jeruk besar jepon

jeruk besar jepon
rasanya yang manis tanpa rasa pahit sedikitpun

Jumat, 12 April 2013

Manfaat dan Khasiat Tanaman Sereh yang Menyehatkan


Di kalangan para ibu rumah tangga, Sereh atau disebut dengan Serai sudah sangat familiar karena menjadi salah satu bahan penting untuk memasak.

Penggunaan Serai atau Sereh ini biasanya untuk mengharumkan makanan dan sebagai penyedap rasa. Pertanyannya, apakah hanya itu manfaat dari Serai ini?

Serai atau dalam bahasa latinnya disebut dengan Andropogon nardus ini ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan manusia.

Dalam beberapa penelitian, daun Serai ternyata mengandung zat anti-mikroba dan anti-bakteri yang sangat berguna khususnya untuk mengobati infeksi pada lambung, usus, saluran kandung kemih, dan menyembuhkan luka. Tak hanya itu, Serai juga banyak digunakan untuk pereda kejang, anti-reumatik, dan bersifat diuretik.

Selain itu, kandungan analgesik dalam Serai juga dapat berperan untuk membantu menghilangkan rasa sakit akibat sakit kepala, nyeri otot maupun nyeri sendi. Belakangan, Serai juga banyak dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti infeksi kulit, tipus, keracunan makanan, dan juga meredakan bau badan.

Dalam Serai, ada banyak kandungan senyawa seperti geranil butirat, lomonen, eugenol, metileugenol, geranial yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Untuk lebih jelasnya, terkait fungsi Serai yang sangat berkhasiat untuk kesehatan, berikut merupakan penjabarannya.

• Serai mencegah penyakit kanker
Ada penelitian yang menjelaskan bahwa setiap 100 gram Serai mengandung zat antioksidan yang kita tahu bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit kanker. Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh tim dari University Gurion di Israel telah menemukan bahwa dalam Serai ada senyawa yang dapat mematikan sel kanker tanpa merusak sel sehat.

• Mengobati gangguan pencernaan
Serai sangat bermanfaat untuk mengatasi gangguan pencernaan, sakit perut, masuk angin, mengurangi gas dari usus, dan juga diare.

• Menurunkan tekanan darah
Serai juga banyak dimanfaatkan untuk mengurangi tekanan darah dan merangsang sirkulasi darah. Dengan mengonsumsi minuman yang mengandung Serai setiap harinya maka akan sangat membantu dalam menurunkan hipertensi.

• Detoksifikasi
Serai juga sangat baik untuk detoksifikasi tubuh dengan cara meningkatkan jumlah buang air kecil. Hal tersebut tentunya sangat bermanfaat untuk membuat seluruh organ pencernaan seperti hati, pankreas, ginjal, dan juga kandung kemih bersih dan sehat karena beragam racun akan tersingkir.

• Manfaat pada sistem saraf

Minyak esensial yang mengandung Serai juga dapat bermanfaat untuk memperkuat dan meningkatkan fungsi sistem saraf. Hal itu disebabkan minyak Serai tersebut akan memberikan efek yang menghangatkan, melemaskan otot, dan meredakan kejang-kejang.

• Berfungsi sebagai analgesik
Serai juga dapat meringankan semua jenis peradangan dan iritabilitas yang Anda derita yang berhubungan dengan rasa sakit dan nyeri seperti nyeri sendi, nyeri otot, sakit gigi, dan lainnya.

• Memperindah kulit
Penggunaan daun Serai juga sudah terjadi dalam bidang kosmetik yang digunakan untuk memperindah kulit. Efek dari penggunaan kosmetik yang mengandung daun Serai adalah dapat menghilangkan jerawat dan berfungsi juga sebagai penyegar.

• Kesehatan wanita
Serai juga biasanya dimanfaatkan oleh wanita untuk meredakan rasa nyeri ketika haid dan meredakan timbulnya rasa mual.
Dengan banyaknya fungsi Serai ini, diharapkan ke depannya seiring dengan berkembangnya pengetahuan masyarakat terkait dengan pengobatan alternatif, bisa memperluas penggunaan Serai dimana bukan hanya dijadikan sebagai bumbu masakan namun juga sebagai herbal kesehatan.

Penggunaan daun Serai untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan di atas memiliki banyak keuntungan, yakni selain mudah didapatkan dan murah, juga tidak memberikan efek samping apapun jika penggunaannya tepat.

Cara Menanam Hidroponik

Istilah hidroponik (hydroponics) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Disini termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous lainnya, seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih. Penemu dari metode hidroponik ini adalah DR. WF. Gericke. Beliau adalah seorang agronomis dari Universitas California, USA. Saat itu beliau berhasil menanam tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam di dalam bak yang berisi mineral hasil uji cobanya.


Berikut ini adalah kelebihan bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik:
* Dapat dilakukan pada ruang / tempat yang terbatas dan higienis
* Tanaman tumbuh lebih cepat dan penggunaan pupuk bisa lebih hemat
* Lebih terjamin dan bebas dari serangga dan hawa penyakit
* Produksi tanaman lebih tinggi dibanding dengan menggunakan media tanam tanah biasa
* Efisien dalam teknis perawatan dan peralatan yang digunakan
* Kualitas tanaman yang dihasilkan lebih bagus dan tidak kotor



Adapun cara menanam hidroponik adalah sebagai berikut:

# Pembibitan
Sangat disarankan untuk menggunakan bibit hibrida supaya mutu buah/sayur yang dihasilkan cukup optomal

# Penyemaian
Penyemeaian sistem hidroponik bisa menggunakan bak dari kayu atau plastik. Bak tersebut berisi campuran pasir yang sudah diayak halus, sekam bakar, kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Semua bahan tersebut dicampur rata dan dimasukkan ke dalam bak dengan ketinggian sekitar 7cm. Masukkan biji tanaman dengan jarak 1x1,5 cm. Tutup tisue/karung/kain yang telah dibasahi supaya kondisi tetap lembab. Lakukan penyiraman hanya pada saat media tanam mulai kelihatan kering. Buka penutup setelah biji berubah menjadi kecambah. Pindahkan ke tempat penanaman yang lebih besar bila pada bibit telah tumbuh minimal 2 lembar daun.

# Persiapan media tanam
Syarat media tanam untuk hidroponik adalah mampu menyerap dan menghantarkan air, tidak mudah busuk, tidak mempengaruhi pH, steril, dll. Media tanam yang bisa digunakan dapat berupa gambut, sabut kelapa, sekam bakar, rockwool (serabut bebatuan). Kemudian isi kantung plastik, polibag, pot plastik, karung plastik, atau bantalan plastik dengan media tanam yang sudah disiapkan.


# Pembuatan green house
bercocok tanam secara hidroponik mutlak membutuhkan green house. Green house bisa dibuat dari rangka besi, rangka bambu, atau rangka kayu.
Green house ini bisa digunakan untuk menyimpan tanaman kita pada saat tahap persemaian ataupun pada saat sudah dipindah ke media tanam yang lebih besar.

# Pupuk
Karena media tanam pada sistem hidroponik hanya berfungsi sebagai pegangan akar dan perantara larutan nutrisi, untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikro perlu pemupukan dalam bentuk larutan yang disiramkan ke media tanam
Kebutuhan pupuk pada sistem hidroponik sama dengan kebutuhan pupuk pada penanaman sistem konvensional.

# Perawatan tanaman
Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma, penyemprotan pupuk daun, dll.

7 Cara Menghilangkan Ketombe Secara Alami



1. Cara Mengatasi Ketombe dengan Jeruk Nipis

Langkah-Langkah:
• Siapkan 100 ml air perasan jeruk nipis, 100 ml santan, dan 100 ml air buah nanas.
• Campur semua bahan dalam satu wadah.
• Aduk sampai merata.
• Gunakan ramuan jeruk nipis ini untuk membahasi kulit kepala paling tidak dua minggu sekali.
• Bilas rambut hingga bersih, usahakan memakai sampho.

2. Cara Mengatasi Ketombe dengan Jus Apel


Langkah-langkah:
• Siapkan 2 atau 3 buah apel lalu ekstrak menggunakan juicer.
• Ambil ekstrak apel lalu tambahkan air hangat secukupnya.
• Aduk campuran tadi hingga merata.
• Oleskan ramuan pada rambut dan kulit kepala sambil dipijit-pijit selama 5 menit.
• Tunggu 15-20 menit, baru kemudian dibilas hingga bersih.

3. Cara Mengatasi Ketombe dengan Daun Pandan

Langkah-langkah:
• Siapkan tujuh lembar daun pandan wangi kemudian cuci sampai bersih.
• Giling atau gerus bahan sampai halus lalu tambahkan setengah cangkir air.
• Peras gerusan daun pandan yang sudah ditambah air tadi sampai keluar airnya.
• Oleskan air perasan daun pandan wangi ke kulit kepala yang berketombe.
• Biarkan selama 30-40 menit lalu bilas rambut sampai bersih.

4. Cara Mengatasi Ketombe dengan Kangkung

Langkah-langkah:
• Ambil seikat kangkung, kemudian cuci sampai bersih.
• Rebus kangkung dengan dua gelas air sampai menyisakan sekitar satu gelas.
• Diamkan hingga dingin.
• Remas-remas kangkung tapi jangan terlalu lumat.
• Gosokkan kangkung pada kulit kepala dan diamkan 30-40 menit.
• Basahi rambut dengan air bekas rebusan kangkung.
• Bilas rambut dan kulit kepala dengan air biasa hingga bersih (dianjurkan memakai sampho).

5. Cara Mengatasi Ketombe dengan Lidah Buaya

Langkah-langkah:
• Siapkan daun lidah buaya secukupnya lalu kupas.
• Ambil bagian dalam lidah buaya yang berwarna transparan (bagian daging).
• Tumbuk atau haluskan daging lidah buaya tadi untuk dioleskan pada kulit kepala yang berketombe.
• Diamkan selama 10-20 menit.
• Bilas sampai bersih.

6. Cara Mengatasi Ketombe dengan Minyak Zaitun

Langkah-langkah:
• Panaskan minyak zaitun di dalam mangkuk.
• Oleskan pada kulit kepala sambil dipijat ringan.
• Bungkus rambut dengan handuk lembab dan diamkankan selama 10-15 menit.
• Bilas rambut sampai bersih dan ulangi perawatan ini seminggu sekali.

7. Cara Mengatasi Ketombe dengan Minyak Almond

Langkah-langkah:
• Oleskan secara merata minyak almond pada kulit kepala yang berketombe.
• Pijat-pijat kulit kepala.
• Bungkus rambut yang sudah dicelupkan air hangat.
• Biarkan selama sekitar 30 menit.
• Bilas rambut sampai bersih dan ulangi perawatan ini paling tidak setiap dua minggu.

Sekian dulu pembahasan mengenai cara menghilangkan ketombe kali ini. Selain cara-cara diatas, sebenarnya ada satu cara lagi yang menurut saya paling ampuh untuk mengatasi ketombe, yaitu dengan cara menerapkan pola hidup sehat.
Pola hidup sehat sendiri bisa kita mulai dengan cara menjaga kebersihan serta makan makanan yang bernutrisi terutama yang banyak mengandung mineral zink seperti kerang, ayam, dan kacang kacangan. Selain itu menjaga pikiran agar tetap positif dan menghindari stres yang berlebihan juga akan sangat bermanfaat, karena faktor psikologis juga bisa mempengaruhi timbulnya ketombe.


TAMBAHAN:
1. Cara menyuburkan rambut

bahan:
lidah buaya secukupnya

cara mengolah:
cuci lidah buaya, lalu dikupas. gosokkan lendirnya ke kulit kapala yang telah dikeramas pada sore
hari. bungkus dengan kain. keesokkan paginya, bilaslah rambut. lakukan setiap hari selama 3 bulan.


2. mengatasi uban yang datang sebelum waktunya
bahan:
daging kelapa hijau 1 buah
garam secukupnya

cara mengolah:
parut 1 buah kelapa, peras santannya, lalu diberi garam. dan biarkan semalaman. esok paginya bisa
dipakai untuk keramas.

PANDAN, MANGKOKAN, LIDAH BUAYA. JERUK PURUT DAN MIMBA UNTUK SOLUSI MASALAH RAMBUT

Kusam, rontok, ketombe, penipisan, beberapa masalah yang sering terjadi pada rambut.
Tak ada salahnya jika kita mengatasinya dengan cara herbal.
Agar bisa digunakan secara rutin, tanaman-tanaman berkhasiat ini dapat ditanam di halaman rumah.
Penyiraman yang rutin dan tidak berlebihan, kunci pemeliharaan tanaman-tanaman ini.
Berikut beberapa di antaranya.

1. Pandan Wangi

Tanaman bernama latin Pandanus amaryllifolius yang memiliki aroma khas ini lazim digunakan sebagai pewangi makanan. Padahal kandungan alkaloida, saponin, flavonoida, tanin dan polifenol di daunnya membuatnya berkhasiat mengatasi kerontokan, ketombe, juga bisa menghitamkan rambut.
Embunkan semalam air hasil rebusan daun Pandan Wangi, lalu campur dengan perasan 3 buah mengkudu untuk mencuci rambut. Lakukan 3 kali seminggu untuk menghitamkan rambut.

2. Mangkokan
Tanaman ini dulu mudah ditemukan di halaman rumah. Daun segar Mangkokan (Nothopanax scutellarium) memiliki sifat anti inflamasi, anti radang, peluruh air seni dan anti rontok rambut.
Hasil perasan daun Mangkokan ditambah minyak kelapa dapat dijadikan minyak rambut untuk mengatasi kerontokan.

3. Lidah Buaya
Siapa tak kenal tanaman ini. Mudah dipelihara, Aloe vera mengandung zat aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin.
Daging pada daunnya tak hanya enak dijadikan minuman, namun juga dapat menyuburkan rambut.
Gosokkan ke kulit kepala, diamkan semalam, lalu bilas. Lakukan setiap hari selama tiga bulan.

4. Jeruk Purut
Sering digunakan dalam masakan, pemilik nama latin Citrus hytrix dapat mengatasi aroma tak sedap pada rambut. Gunakan buahnya yang berkulit berkerut dan berbenjol-benjol tersebut.
Air hasil perasan parutan buah segarnya dapat digosok pada rambut setelah keramas agar rambut jadi wangi dan menghilangkan ketombe.

5. Mimba
Sangat kaya dengan kandungan zat kimia, pemilik nama latin Azadirachta indica memiliki daun, biji, kulit kayu dan kayu yang berkhasiat. Air hasil rebusan beberapa lembar daun Mimba dapat digunakan untuk keramas agar ketombe hilang.

Khasiat Pandan Wangi

Tanaman termasuk familia Pandanaceae. Tumbuh di daerah pantai sampai daerah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Dapat ditemui di tepi sungai, tepi rawa, dan di tempat-tempat yang agak lembab tumbuh subur dan liar.

Untuk pengembangbiakannya dengan pemisahan tunas-tunas muda, yang tumbuh di antara akar-akarnya

Nama lain : sauke bangu, s. musang, pandan jau, p. bebau, p. harum, p. rempai, p. wangi, p. musang (Sumatera), pandan rampe, p. seungit, p. room, p. wangi (Jawa), pandan arrum (Bali), bonak (Nusa Tenggara), pondang, pondan, ponda, pondango (Sulawesi), kelamoni, hao moni, keker moni, ormon foni, pondak, pondaki, pudaka (Maluku).

Tanaman ini mengandung : alkaloida, saponin, flavonoida, tanin, polifenol, dan zat warna.

Kegunaan / Khasiat Pandan Wangi, antara lain :

1. Untuk Lemah saraf:
Daun pandan segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu dipotong kecil-kecil. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum pagi dan sore hari, masing-masing 1 gelas.

2. Untuk Rematik dan pegal linu:
(1) Daun pandan segar sebanyak 3 lembar dicuci bersih lalu diiris tipis-tipis. Seduh dengan 1/2 cangkir minyak kelapa yang telah dipanaskan sambil diaduk merata.Setelah dingin siap digunakan untuk menggosok bagian tubuh yang sakit.
(2) Daun pandan segar sebanyak 5 lembar dan daun serai 20 lembar, dicuci lalu ditumbuk sampai halus. Tambahkan minyak kayu putih dan minyak gandapura masing-masing 1 sendok makan. Aduk sambil diramas sampai merata. Ramuan ini digunakan untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit.

3. Untuk Gelisah:
Daun pandan segar sebanyak 2 lembar dicuci lalu diiris tipis-tipis. Seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari, sampai tenang

4. Untuk Rambut rontok:
Sebanyak 10 lembar daun waru muda yang segar, segenggam daun urang-aring, 5 lembar daun mangkokan, 1 lembar daun pandan, 10 kuntum bunga melati, dan 1 kuntum bunga mawar, setelah dicuci bersih lalu dipotong-potong secukupnya. Bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam panci email, lalu tambahkan minyak wijen, minyak kelapa dan minyak kemiri masing-masing 1/2 cangkir. Panaskan sampai mendidih, lalu diangkat. Setelah dingin disaring, siap untuk digunakan. Caranya, oleskan campuran minyak tadi ke seluruh kulit kepala sambil dipijat ringan. Lakukan malam hari sebelum tidur, esok paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali
seminggu.

5. Untuk Menghitamkan rambut:
Daun pandan wangi sebanyak 7 lembar dicuci lalu dipotong-potong. Rebus dengan 1 liter air sampai warnanya menjadi hijau. Embunkan air rebusan tadi semalaman. Pagi harinya, campurkan rebusan daun pandan tadi dengan air perasan 3 buah mengkudu masak. Air campuran tadi lalu digunakan untuk mencuci rambut. Lakukan 3 kali seminggu, sampai terlihat hasilnya.

6. Untuk Ketombe:
Daun pandan segar sebanyak 7 lembar dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih sambil diremas merata. Peras dan saring. Air perasan daun pandan ini lalu dioleskan ke seluruh kulit kepala yang berketombe. Biarkan mengering, kalau perlu olesan diulang sekali lagi. Kira-kira 1/2 jam kemudian, rambut dibilas dengan air bersih.Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Jenis-jenis pandan

Paling sedikit ada 600 jenis pandan di seluruh dunia, di antaranya adalah
• Pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius)
• Pandan laut (Pandanus tectorius)
• Pandan duri
• Buah merah Papua (Pandanus conoideus)
• Pandan Melintir (Pandanus utilis)
• Pandan putih (Pandanus baphtisii)
• Pandan afrika (Pandanus pygmeus)


Pandan bali, yang sering dijadikan tanaman hias, bukanlah anggota Pandanus melainkan Cordyline australis.

Kegunaan
Beberapa jenis pandan berguna bagi kehidupan manusia:

• Pandan wangi daunnya digunakan sebagai pewangi dan pewarna makanan, juga komponen dekorasi dan pewangi ruangan.
• Pandan duri, daunnya yang dikeringkan dipakai sebagai bahan baku anyaman, baik untuk tikar maupun topi pandan.
• Buah merah, dari Pulau Papua yang buahnya dikenal berkhasiat sebagai obat atau suplemen yang menyehatkan tubuh.

Salah satu contoh pandan adalah.......Pandan wangi
Pandan wangi (atau biasa disebut pandan saja) adalah jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae yang memiliki daun beraroma wangi yang khas. Daunnya merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Tumbuhan ini mudah dijumpai di pekarangan atau tumbuh liar di tepi-tepi selokan yang teduh. Akarnya besar dan memiliki akar tunjang yang menopang tumbuhan ini bila telah cukup besar. Daunnya memanjang seperti daun palem dan tersusun secara roset yang rapat, panjangnya dapat mencapai 60cm. Beberapa varietas memiliki tepi daun yang bergerigi.

Kegunaan
Daun tumbuhan merupakan komponen cukup penting dalam tradisi boga Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya sebagai pewangi makanan karena aroma yang dihasilkannya. Daun pandan biasa dipakai dalam pembuatan kue atau masakan lain seperti kolak dan bubur kacang hijau. Sewaktu menanak nasi, daun pandan juga kerap diletakkan di sela-sela nasi dengan maksud supaya nasi menjadi beraroma harum.
Aroma harum yang khas ini terasa kuat ketika daunnya masih cukup segar atau agak kering. Selain sebagai pengharum kue, daun pandan juga dipakai sebagai sumber warna hijau bagi makanan (selain daun suji), sebagai komponen hiasan penyajian makanan, dan juga sebagai bagian dalam rangkaian bunga di pesta perkawinan (dironce) untuk mengharumkan ruangan.
Daun pandan banyak sekali digunakan terutama dalam membuat kue-kue tradisional Indonesia atau asia





Kandungan kimia dan manfaat daun beluntas untuk kesehatan

Apa itu Beluntas ?
Beluntas adalah salah satu jenis tumbuhan daun yang berfungsi sebagai obat tradisional, Di pedesaan tanaman ini biasa dipergunakan sebagai tanaman pagar di pekarangan rumah, bisa juga hidup liar di lahan kosong atau hutan. Keistimewaan tanaman beluntas adalah sanggup hidup di daerah yang kering, jenis tanah gersang dan kondisi tanah yang berbatu. Penerapan manfaat daun beluntas di masyarakat biasanya dipergunakan sebagai ramuan tradisional untuk menurunkan demam karena tanaman ini bersifat antipiretik, tanaman beluntas juga bersifat stomakik yaitu berguna untuk meningkatkan nafsu makan, serta bersifat diaforetik berguna untuk meluruhkan keringat.

Nama ilmiah atau nama latin tanaman beluntas adalah Pluchea indica Less, selain nama ilmiah tanaman beluntas juga memiliki sebutan nama berbeda di tiap daerah di Indonesia. Orang sunda biasa mengenalnya dengan sebutan Beruntas, orang jawa tengah biasa mengenalnya dengan sebutan Luntas, di Makassar biasa disebut Lamutasa dan masih banyak lagi istilah-istilah daerah lainnya untuk beluntas.

Ciri-ciri tanaman beluntas
Sebelum mengenal dan menerapkan manfaat daun beluntas untuk kesehatan yaitu sebagai obat alami, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu cirri-ciri fisik dari tanaman ini.

Batang beluntas
Tanaman beluntas memiliki batang kayu, batang bulat dan berdiri tegak serta mempunyai banyak cabang. Bila berumur masih muda batang tanaman ini berwarna ungu, kemudian warnanya akan berubah menjadi putih kotor bila umurnya sudah tua. Bila tidak dipangkas pohon beluntas tingginya bisa mencapai 3 meter.
Daun beluntas
Tanaman beluntas memiliki daun yang bertangkai pendek, daunnya berbentuk menyerupai bulat telur, pada bagian ujung daun berbentuk runcing serta posisi daun yang letaknya berselang-seling. Permukaan daun terdapat bulu-bulu halus, panjang daun beluntas biasanya antara 3,8 sampai dengan 6,4 cm, memiliki lebar antara 2 – 4 cm. Daun beluntas memiliki tulang-tulang yang menyirip, warna daun hijau muda bisa juga berwarna hijau tua.
Bunga beluntas
Tanaman beluntas adalah salah satu jenis tanaman herbal yang memiliki bunga, mempunyai bentuk yang majemuk, mahkota lepas, mempunyai putik menyerupai jarum dengan panjang kurang lebih 6 mm dengan warna hitam agak kecoklatan. Bunga beluntas mempunyai kepala sari yang berwarna ungu sementara kepala putiknya mempunyai warna putih agak kekuningan.
Akar beluntas
Tanaman beluntas mempunyai jenis akar yang bercabang dan termasuk golongan akar tunggang.

Kandungan daun beluntas
Berbeda dengan tanaman alang-alang dan tanaman akar wangi yang diambil akarnya sebagai obat, tanaman beluntas diambil daunnya untuk pengobatan. Manfaat daun beluntas sebagai obat tradisional ditandai dengan adanya beberapa kandungan kimia yang terdapat di dalamnya, antara lain terdapatnya kandungan alkholoid, kandungan minyak atsiri serta kandungan flavonoid. Adanya kandungan flavonoid di dalam daun beluntas membuat daun ini mempunyai sifat antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yaitu suatu bakteri penyebab bisul, jerawat, penyakit meningitis dan penyakit arthritits.

Di dalam flavonoid juga terdapat kandungan senyawa fenol, yaitu suatu jenis alkohol yang memiliki sifat asam oleh sebab itu sering juga disebut asam karbolat. Kandungan senyawa fenol yang terdapat di dalam daun beluntas berguna untuk mengganggu pertumbuhan bakteri Escherichia coli yaitu salah satu jenis bakteri yang bisa menyebabkan keracunan makanan terjadi pada manusia yaitu timbulnya penyakit diare.

Kandungan daun beluntas lainnya adalah terdapatnya minyak atsiri yang mengandung benzyl alkohol, terdapat juga kandungan benzyl asetat, kandungan eugenol, serta linolol. Khasiat minyak atsiri dapat dipergunakan untuk menghambat proses pertumbuhan bakteri penyebab karies pada gigi. Oleh karenanya manfaat daun beluntas dapat diterapkan untuk mengatasi masalah kesehatan pada gigi.

Khasiat dan manfaat daun beluntas untuk mengobati penyakit
Secara tradisional manfaat daun beluntas sering dipergunakan masyarakat untuk mengatasi bau badan, berfungsi juga sebagai ramuan herbal penurun panas, obat pereda batuk, serta ramuan obat untuk mengobati sakit diare. Daun beluntas juga sering dimanfaatkan untuk mengobati rasa nyeri akibat rheumatik serta sakit pada pinggang. Daun beluntas juga bermanfaat untuk mengobati penyakit tuberculosis kelenjar leher jika diramu bersama dengan rumput laut.

Cara membuat jamu beluntas sebagai obat

• Manfaat daun beluntas untuk mengobati bau badan
Siapkan beberapa helai daun beluntas (3 -5 helai), cuci dengan air sampai benar-benar bersih, kemudian rebus dengan 2 gelas air bersih, tunggu sampai mendidih hingga tersisa menjadi 1 gelas. Kemudian angkat dan diamkan sampai menjadi hangat, minumlah secara rutin pagi dan sore hari.
Selain direbus, daun beluntas juga dapat disajikan sebagai lalapan pada saat makan. Namun pastikan dahulu bahwa daun beluntas yang akan disantap sudah dicuci dan benar-benar bersih.

• Manfaat daun beluntas untuk mengatasi gangguan pencernaan pada anak
Siapkan beberapa helai daun beluntas, cuci sampai benar-benar bersih, kemudian di masak. Campurkan ke dalam bubur saring atau nasi tim.

• Manfaat daun beluntas untuk mengobati TBC
Siapkan batang dan daun beluntas yang sudah dicuci bersih, tambahkan rumput laut. Kemudian dimasak dengan cara tim sampai menjadi lunak, jadikan sebagai hidangan untuk dimakan.

• Manfaat daun beluntas sebagai obat untuk meluruhkan keringat dan penurun panas
Siapkan beberapa helai daun beluntas yang sudah dicuci bersih, kemudian direbus. Bisa juga juga diseduh dengan air yang mendidih sebagai minuman teh. Minumlah secara rutin pagi dan sore hari.